Puisi Sufi
Karya-karya utama puisi Sufi dengan teks asli, komentar ilmiah, dan analisis kandungan filosofis serta teologisnya.
Puisi Sufi adalah puisi dari tradisi ruhani Islam: Rumi, Yunus Emre, Hafiz, Ibnu Arabi, Attar, Niyazi Misri, dan lainnya. Setiap artikel di bawah ini memberikan puisinya atau bait-bait utamanya dalam bahasa Indonesia, menyebutkan siapa penulisnya dan kapan ditulis, serta menjelaskan makna citraannya (seruling, anggur, laron, sang kekasih) dalam dunia sang penyair sendiri. Pembacaannya tetap dekat dengan sumber dan dengan pemahaman tradisi itu sendiri.
12 artikel
Deritaku Adalah Obatku: Niyazi-i Misri tentang Dekatnya Sang Sahabat
Puisi Niyazi-i Misri 'Kucari obat bagi deritaku, derita itulah obatku': perjalanan ke dalam dan dekatnya Allah dalam tasawuf Anatolia.
Apa Pun yang Dia Perbuat, Dia Perbuat dengan Indah: Tefvizname Ibrahim Hakki
Tefvizname Erzurumlu Ibrahim Hakki, 'apa pun yang Tuhan perbuat, Dia perbuat dengan indah': tawakal, sabar, dan rida atas takdir Ilahi.
Indah Namanya, Indah Pula Dirinya: Yunus Emre tentang Cinta kepada Nabi
Na't tercinta Yunus Emre, adi guzel kendi guzel Muhammed: nyanyian Anatolia tentang cinta kepada Nabi, keindahannya, dan syafaatnya.
Adakah di Dunia Orang Asing Seperti Aku: Yunus Emre tentang Ghurbat
PilihanIlahi Anatolia Yunus Emre tentang ghurbat. Gema hadis 'Islam mulai sebagai asing', hak orang asing yang wafat, rindu hati pada kampung pertamanya.
Jika Engkau Pernah Melukai Hati: Yunus Emre tentang Kesucian Hati
PilihanIlahi sederhana berbahasa Turki dari Yunus Emre. Shalat orang yang melukai hati bukanlah shalat; tujuh puluh dua bangsa tak dapat membasuh tangan itu.
Aku Mati sebagai Mineral
Puisi Rumi tentang evolusi spiritual jiwa: dari mineral ke tumbuhan, hewan, manusia, malaikat, dan melampaui, selalu melalui kematian yang melahirkan.
Ana al-Haqq: Akulah Kebenaran
Ungkapan ekstatik Hallaj yang paling kontroversial: bukan klaim ketuhanan melainkan ekspresi fana yang paling radikal dalam sejarah tasawuf.
Hatiku Mampu Menerima Segala Bentuk
Puisi Ibn Arabi tentang hati yang telah menjadi begitu luas sehingga mampu menerima segala bentuk, mencerminkan keluasan nama-nama ilahi.
Datanglah, Datanglah, Siapa pun Kau: Apa yang Sebenarnya Dimaksud Rumi
Makna puisi Rumi yang paling terkenal dalam konteks aslinya: bukan pembenaran, melainkan panggilan kembali setelah gagal, berakar pada taubat.
Cinta Merenggutku dari Diriku
Puisi Yunus Emre yang dicintai tentang fana dan cinta ilahi: ego yang direnggut dan diganti kehadiran Sang Kekasih.
Ngengat dan Api
Alegori Sufi klasik tentang ngengat yang terbang ke api: perjalanan pencari yang semakin dekat dengan Kebenaran hingga akhirnya melebur dan menjadi satu.
Nyanyian Buluh: Pembuka Masnawi
PilihanPembuka Masnawi Rumi: bait paling masyhur dalam sastra Sufi tentang perpisahan, kerinduan, dan kepulangan jiwa kepada asalnya.